
Pangkalpinang, Bangka Belitung (ANTARA) – Badan Ketahanan Pangan Nasional (BGN) akan segera mengoperasikan 900 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur di daerah tertinggal, perbatasan, dan terluar (3T) untuk mempercepat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami berharap 900 SPPG dapat beroperasi dalam satu hingga dua bulan, diikuti dengan 2.000 unit lainnya. Setelah itu, kami berharap 4.000 unit lagi akan mulai mendaftar di daerah 3T,” kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Jumat.
Dia menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG di daerah 3T akan dioptimalkan untuk meningkatkan kesehatan dan asupan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sonjaya menyatakan bahwa pendaftaran SPPG di daerah 3T ditangani melalui satgas program MBG di kabupaten dan kota.
“Satgas program MBG di daerah 3T ini mendaftar ke BGN, setelah itu akan diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian unit pelayanan ini,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pada tahun 2026, BGN juga akan menambah jumlah SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengoptimalkan pelaksanaan program di sana.
Menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh negeri, program MBG diluncurkan pada awal tahun 2025 untuk meningkatkan status gizi anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga tingkat SMA.
Pemerintah bergerak untuk memperluas program ini untuk mencakup lansia dan penyandang disabilitas tahun ini.
Menurut data dari BGN, per 17 April 2026, jumlah SPPG yang beroperasi di seluruh negeri telah mencapai 26.489.
Berita terkait: Program makanan gratis bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang gizi: BGN
Berita terkait: Program MBG dibutuhkan oleh 65 persen orang Indonesia, kata BGN
Berita terkait: Menteri mendorong SPPG untuk menggunakan makanan lokal guna mendukung ekonomi desa
Penerjemah: Aprionis, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026
