
Lebaran Betawi bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi juga upaya konkret untuk menjaga tradisi.
Salah satu cara melestarikan budaya Betawi adalah melalui acara Lebaran Betawi. Perayaan tahunan yang diadakan setelah Idulfitri ini memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat sekaligus meneguhkan identitas budaya Jakarta sebagai kota global yang berakar kuat pada tradisi lokal.Editor: Dadan RamdaniCopyright © ANTARA 2026Baca juga: Lebaran Betawi bisa jadi program pariwisata unggulan JakartaBeberapa seni khas Betawi yang terkenal antara lain Ondel-ondel, Lenong, Tanjidor, dan Gambang Kromong. Selain itu, Betawi juga memiliki makanan khas yang terkenal seperti Kerak Telor, Soto Betawi, dan Gabus Pucung.Lebaran Betawi yang telah ditetapkan sebagai agenda tahunan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu terus dilestarikan karena memiliki beragam kegiatan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berperan dalam menjaga tradisi.Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P. Ahmad, menyatakan bahwa Lebaran Betawi menjadi momen penting untuk menjaga silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.Jakarta (ANTARA) – Jakarta menyatakan dirinya sebagai Kota Global yang Berbudaya. Deklarasi ini tidak dilakukan tanpa dasar, melainkan merupakan usaha untuk menyatukan modernisasi dengan budaya lokal Betawi.Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya melalui pendidikan kepada generasi penerus, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta dukungan program dari pemerintah.Pada awal penyelenggaraannya, Lebaran Betawi hanya berlangsung satu hari. Namun, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, perayaan tersebut diperpanjang hingga tiga hari.Pakaian tradisional Betawi meliputi kebaya encim untuk perempuan, serta baju sadariah bagi pria. Ada juga tradisi palang pintu yang masih sering ditemukan dalam berbagai acara khas Betawi.Oleh karena itu, mengenal dan melestarikan budaya Betawi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta.Suku Betawi adalah penduduk asli Batavia—sekarang Jakarta—dan sekitarnya, yang memiliki kekayaan budaya seperti seni, tarian tradisional, makanan khas, busana, tradisi, dan lainnya.Budaya Betawi adalah identitas masyarakat DKI Jakarta. Oleh sebab itu, identitas ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak sekadar menjadi cerita bagi generasi mendatang.Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni atau festival. Diperlukan usaha berkelanjutan untuk menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat identitas, serta menanamkannya kepada generasi muda sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.Pada 2008, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggagas Lebaran Betawi sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi antarwarga setelah perayaan Idulfitri.
“Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri pembukaan Lebaran Betawi, Sabtu (11/4).
