
Jakarta (ANTARA) – Menteri Hak Asasi Manusia Indonesia Natalius Pigai telah meminta penyelidikan independen atas penembakan fatal yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil di Kemburu, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menekankan perlunya pengungkapan fakta dan akuntabilitas.
Ia secara khusus menyebut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), mengekspresikan keyakinan akan kemampuannya untuk memberikan informasi rinci kepada publik tentang kasus tersebut di tengah sumber resmi yang terbatas.
“Komnas HAM harus segera bergerak untuk meluncurkan penyelidikan,” kata Pigai dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Kamis.
Menteri juga meminta Angkatan Darat Nasional Indonesia (TNI) untuk memberikan penjelasan yang jelas tentang insiden tersebut untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas nyawa yang hilang, yang termasuk anak-anak di bawah lima tahun. Tidak seharusnya ada warga sipil yang menjadi korban dalam bentrokan antara TNI dan kelompok separatis bersenjata Papua,” tambahnya.
Pigai menegaskan bahwa selalu wajib bagi militer untuk memprioritaskan keselamatan warga sipil dalam setiap operasi.
“Kami meminta penghentian sementara semua operasi militer di daerah di mana warga sipil bisa berisiko, terutama di zona pengungsi. Perlindungan bagi penduduk harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Dia kemudian menekankan insiden di Kemburu sebagai pengingat yang jelas akan perlunya kepatuhan ketat terhadap hukum humaniter internasional selama konflik untuk menghindari pelanggaran hak terhadap populasi sipil.
Sehubungan dengan itu, menteri meminta evaluasi menyeluruh terhadap semua aktivitas militer di wilayah tersebut.
Dia kemudian menyimpulkan dengan mengatakan bahwa upaya yang lebih besar menuju penyelidikan yang transparan sangat penting untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata di wilayah Papua Indonesia di masa depan.
Berita terkait: Tentara Indonesia merencanakan Kodam Papua Tengah untuk memperlancar komando
Berita terkait: Polisi akan meninjau penguatan keamanan di Dogiyai setiap minggu
Penerjemah: Devi Nindy, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak cipta © ANTARA 2026
