
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Ia menambahkan, dampak positif dari meredanya ketegangan geopolitik global tidak hanya akan dirasakan di sektor energi, tetapi juga akan meluas ke sektor makroekonomi. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang gerak lebih aman bagi pasar domestik.Selain menyoroti isu geopolitik global, Pandu juga merespons kebijakan moneter dalam negeri terkait keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Ia menegaskan Danantara akan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh otoritas terkait.”Jika benar tercapai perdamaian, ini akan menjadi hal yang baik. Dari sisi harga minyak, kita berharap terjadi kestabilan ekonomi yang lebih baik,” ungkap Pandu di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.Baca juga: Konsolidasi asuransi BUMN ditargetkan tuntas pada 2026“Ini tentunya juga berdampak positif pada fiskal kita, dan nantinya pada perkembangan ekonomi. Jadi kita berharap ini dapat dieksekusi dengan baik,” tambah Pandu.
Sumber
Pandu menuturkan, kepastian damai di Timur Tengah akan sangat memengaruhi harga komoditas global, terutama minyak mentah. Jika harga minyak stabil, diyakini akan memperkuat anggaran negara.Pandu menekankan bahwa sebagai lembaga pengelola investasi, Danantara siap mendukung setiap langkah kebijakan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia percaya keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dari sisi fiskal dan moneter.Jakarta (ANTARA) – Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Danantara, menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan berdampak positif pada kestabilan fiskal serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami pasti mendukung, mereka sudah memperhitungkan semuanya. Untuk kami di Danantara sebagai pelaku, kami akan melakukan yang terbaik,” ujar Pandu.
Pewarta: Aditya Ramadhan, Fathur RochmanEditor: Zaenal AbidinCopyright © ANTARA 2026
