
Tentu saja sama halnya dengan IHSG, mereka (investor) perlu mencari kepastian dan ingin mengetahui hasilnya, ya Insya Allah pasti baik lah,
Selanjutnya, mulai Januari 2027, DSI akan berperan sebagai perusahaan perdagangan (trader) yang membeli langsung komoditas dari eksportir untuk dijual ke pasar internasional. Dana hasil penjualan tersebut nantinya akan kembali sepenuhnya ke Indonesia.“Kita pasti akan melihat market, marketnya penting, saya optimis,” kata Pandu.Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat 47,99 poinSebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), termasuk pengaturan mengenai BUMN sebagai eksportir tunggal untuk berbagai komoditas strategis.Purbaya menilai mekanisme tersebut berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi perusahaan terbuka yang tercatat di bursa.“Jika ada ketidakpastian, biasanya mereka takut dan menjual dulu. Namun, jika mereka nanti memahami dampak yang sebenarnya, harganya (IHSG) akan naik,” ujar Purbaya.
Sumber
Pengumuman tersebut disampaikan Presiden dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.“Underinvoicing akan tertutup dengan hadirnya badan ekspor tersebut. Jadi, uang yang biasanya dimainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik, sekarang bisa terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni,” katanya.PT DSI berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan tugas utama memperkuat tata kelola ekspor berbagai komoditas strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).Seirama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin bahwa IHSG akan naik setelah investor memahami dampak pembentukan BUMN khusus ekspor.Meski begitu, Pandu tetap optimis bahwa indeks saham Indonesia akan meningkat sejalan dengan penerapan kebijakan ekspor terbaru tersebut. Saat ini, mekanisme kebijakan BUMN khusus ekspor masih terus diperbaiki.Baca juga: Purbaya yakin IHSG naik usai investor paham dampak BUMN ekspor“Perusahaannya akan untung. Harusnya bisa double untungnya yang list di bursa, yang dilaporkan ya. Jadi, harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di bursa,” ujarnya.Pewarta: Bayu SaputraEditor: Abdul Hakim MuhiddinCopyright © ANTARA 2026Hal ini disebabkan investor masih menanti kepastian terkait dampak langsung pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor terhadap sektor sumber daya alam.Jakarta (ANTARA) – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini dipicu oleh ketidakpastian di pasar.PT DSI akan menjalankan fungsi tersebut dalam dua tahap. Pada tahap pertama, yakni 1 Juni hingga 31 Desember 2026, DSI akan berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli untuk komoditas ekspor tertentu.Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Salah satu alasan pembentukan BUMN khusus ekspor ini adalah dugaan praktik kurang bayar (underinvoicing) ekspor komoditas yang disebut merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.Baca juga: Analis ungkap sentimen pemicu pelemahan IHSGSaat artikel ini ditulis, IHSG mengalami penurunan sebesar 3,60 persen ke posisi 6.091,2.Purbaya menjelaskan koreksi IHSG terjadi karena pelaku pasar belum mendapatkan kejelasan tentang arah dan mekanisme kerja badan baru tersebut.
“Tentu sama halnya dengan IHSG, mereka (investor) perlu mencari kepastian dan ingin mengetahui hasilnya, ya Insya Allah pasti baik lah,” ujar Pandu ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis.
Baca juga: IHSG berpotensi volatil didorong sentimen domestik dan global
