Militer AS melakukan latihan respons cepat di kedutaan besar di ibu kota Venezuela

Militer AS melakukan latihan respons cepat di kedutaan besar di ibu kota Venezuela

CARACAS, Venezuela — Militer AS melaksanakan latihan respons cepat yang melibatkan Marinir dan pesawat militer di ibu kota Venezuela pada hari Sabtu, lebih dari empat bulan setelah penggulingan mantan Presiden Nicolás Maduro.

Dua pesawat Osprey Korps Marinir, yang memiliki karakteristik baik helikopter maupun pesawat sayap tetap, terbang di atas Kedutaan Besar AS yang baru saja dibuka kembali di Caracas. Mereka mendarat di tempat parkir dengan angin kencang yang membuat cabang-cabang pohon bergetar. Pasukan kemudian turun dari pesawat.

“Memastikan kemampuan respons cepat militer adalah komponen kunci dari kesiapan misi, baik di sini di Venezuela maupun di seluruh dunia,” kata kedutaan dalam Instagram.

Pemerintah Venezuela telah mengumumkan latihan tersebut lebih awal minggu ini. Menteri Luar Negeri Yván Gil mengatakan AS akan melaksanakan latihan untuk mempersiapkan “jika terjadi keadaan darurat medis atau keadaan darurat yang katastrofik.”

Latihan ini dilakukan hampir dua bulan setelah AS secara resmi membuka kembali kedutaannya di Caracas. Pembukaan kembali tersebut menyusul pemulihan hubungan diplomatik penuh dengan negara Amerika Selatan setelah penggulingan Maduro pada awal Januari.

Beberapa warga Caracas pada hari Sabtu berkumpul di dekat kedutaan untuk menyaksikan pesawat, sementara beberapa puluh lainnya berkumpul di tempat lain di kota untuk memprotes latihan tersebut. Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Venezuela dengan pesan “Tidak untuk latihan Yankee” yang tertulis di atasnya.


FOTO: Militer AS melaksanakan latihan respons cepat di kedutaan di ibu kota Venezuela


Penerbangan pesawat militer AS terakhir kali terjadi di atas Caracas pada 3 Januari, ketika pasukan elit menuruni tali dari helikopter dan menangkap Maduro dan istrinya. Keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan penyelundupan narkoba. Mereka telah menyatakan tidak bersalah.

Hak Cipta © 2026 The Washington Times, LLC.

Topik Berita



Sumber

Tagged

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →