
Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyambut peluncuran rute penerbangan langsung baru yang menghubungkan kota-kota utama di Indonesia dan Thailand, menyoroti konektivitas penerbangan yang diperluas sebagai penggerak penting untuk memperkuat ikatan antar masyarakat dan meningkatkan pariwisata regional.
“Dalam hal konektivitas, kami menyambut pembukaan rute penerbangan langsung baru dari Jakarta ke Bangkok dan Denpasar ke Phuket, yang diharapkan dapat semakin memperkuat ikatan antar masyarakat antara kedua negara,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka di Jakarta pada hari Senin (3 Agustus).
Pelebaran konektivitas udara didukung oleh nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Otoritas Pariwisata Thailand dan maskapai Indonesia TransNusa.
Perdana Menteri Anutin mencatat bahwa rute baru, khususnya antara Phuket dan Bali, akan fokus pada segmen pariwisata utama, termasuk pariwisata kesehatan, perjalanan kapal pesiar, dan sektor pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE).
Di luar penerbangan, kerja sama sektor swasta semakin diperkuat melalui MoU antara Bio Axel dan Pro Consilium untuk mengembangkan proyek pengolahan limbah organik.
Perdana Menteri Anutin juga memuji pengesahan resmi Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030, yang akan menjadi dasar bagi kolaborasi lintas batas di masa depan.
Ia menekankan bahwa bisnis Thailand memiliki kepercayaan kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia dan sangat ingin menjadi mitra jangka panjang dalam pertumbuhan di berbagai industri, termasuk perikanan berkelanjutan, pengolahan makanan, pertanian, energi, ekonomi halal, dan layanan digital.
Berita terkait: Prabowo menyambut investasi dan kesepakatan pariwisata Indonesia-Thailand
Berita terkait: Indonesia, Thailand adopsi peta jalan kemitraan strategis menuju 2030
Berita terkait: Indonesia, Thailand target perdagangan bilateral US$20 miliar pada tahun 2030
Penerjemah: Prisca Triferna Violleta, Yashinta Difa
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026
