Kementerian Kebudayaan, ANTARA menjajaki kolaborasi budaya

Kementerian Kebudayaan, ANTARA menjajaki kolaborasi budaya

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kantor Berita ANTARA mengeksplorasi peluang untuk berkolaborasi dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia selama pertemuan di sini pada hari Rabu.

“Saya percaya kita dapat bersinergi dalam kegiatan dan program di Kementerian Kebudayaan dengan ANTARA, terutama yang berkaitan dengan pers, sejarah, fotografi, dan aspek lain dari kemajuan budaya,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Ia menyatakan bahwa ANTARA adalah institusi terkemuka dalam sejarah pers Indonesia, serta saksi perjalanan bangsa.

Oleh karena itu, ia menyampaikan harapan agar ANTARA dapat menyelenggarakan pameran yang menampilkan foto dan dokumen terkait proklamasi kemerdekaan Indonesia selama peringatan Hari Kemerdekaan negara ini, yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus.

“Kami juga berharap dapat berkolaborasi dalam foto dan dokumen (sejarah) untuk museum fotografi yang saat ini sedang kami kembangkan,” kata Fadli Zon.

Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan selama pertemuan bahwa kantor berita tersebut didorong untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menyebarluaskan kebijakan pemerintah mengenai pelestarian dan pengembangan budaya.

“Budaya itu luas, dan ANTARA diharapkan mengambil peran yang lebih aktif dalam memperkuat kebijakan budaya… Budaya tidak hanya tentang seni. Budaya mencakup banyak aspek. Ada 10 indikator budaya, mulai dari sejarah, tradisi, dan masyarakat, hingga seni itu sendiri,” ujarnya.

Benny menyoroti bahwa ANTARA memiliki galeri yang didedikasikan untuk menampilkan dokumentasi sejarah dan siap membantu Kementerian Kebudayaan dalam mendirikan museum fotografi yang direncanakan.

“Kontribusi terbesar kami terletak pada kemampuan kami untuk membantu Kementerian Kebudayaan menyajikan foto-foto sejarah, memungkinkan publik untuk sepenuhnya memahami makna komprehensif dari sejarah Indonesia,” ungkap Benny.

Berita terkait: ANTARA mendesak peraturan presiden untuk melawan disinformasi

Penerjemah: Sri Larasati, Uyu Liman
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026



Sumber

About Aditya Pranawa

Aditya Pranawa berfokus pada pemberitaan politik dan isu nasional, mencakup kebijakan pemerintah, dinamika politik, parlemen, serta peristiwa penting yang berdampak pada masyarakat luas.

View all posts by Aditya Pranawa →