
Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengundang wirausaha muda untuk menjunjung tinggi nasionalisme yang kuat dalam mendorong kemajuan ekonomi.
Dalam sambutannya di Kongres Nasional ke-18 Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Subianto mencatat bahwa para pemikir yang membentuk kapitalisme modern mengakui bahwa nasionalisme adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Dia mengutip pandangan sosiolog dan sejarawan Liah Greenfeld dari bukunya yang berjudul “The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth”.
“Pesan yang saya ambil adalah kalimat terakhir, pertumbuhan yang berkelanjutan yang menjadi ciri ekonomi modern tidak dapat dipertahankan sendiri; itu dirangsang dan dipertahankan oleh nasionalisme,” kata Subianto mengutip Greenfeld.
Berita terkait: Presiden mengatakan nasionalisme mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Presiden menekankan bahwa pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya hubungan erat antara nasionalisme dan kemajuan ekonomi. Kebangkitan sejumlah kekuatan besar dunia tidak terpisahkan dari semangat nasional yang telah mereka pelihara dan kembangkan.
“Jepang, Amerika Serikat, dan seluruh Barat maju, dan China kini sedang bangkit; karena nasionalisme,” catatnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti sejarah HIPMI, mencatat bahwa asosiasi ini dibentuk atas dasar nasionalisme sejak awal pendiriannya.
Presiden percaya HIPMI memainkan peranan penting dalam memelihara generasi baru wirausaha muda yang pada akhirnya akan memimpin berbagai sektor di seluruh negeri.
Berita terkait: Prabowo mengatakan Indonesia tetap terbuka untuk investor asing
Berita terkait: Prabowo membela perjalanan luar negeri, mengutip kebijakan bebas dan aktif
Berita terkait: Prabowo menegaskan kembali kebijakan luar negeri non-blok Indonesia
Penerjemah: Maria Cicilia, Raka Adji
Editor: Fransiska Ninditya
Hak cipta © ANTARA 2026
