
Selama ini, sebagian masyarakat di wilayah utara Kabupaten Padang Pariaman harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan, termasuk dalam kondisi darurat. Kehadiran rumah sakit itu diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pasien, memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan, serta meningkatkan pemerataan akses layanan medis di daerah.Pembiayaan tersebut meliputi pembangunan gedung rumah sakit, fasilitas nonmedis, utilitas, serta kebutuhan mekanikal elektrikal sebesar Rp59,52 miliar. Disamping itu, dana juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan senilai Rp8,36 miliar, pengadaan furnitur sebesar Rp1,3 miliar, dan jasa manajemen konstruksi sejumlah Rp519,9 juta.Adapun secara ekonomi, Kabupaten Padang Pariaman memiliki struktur perekonomian yang didominasi sektor transportasi dan pergudangan sebesar 22,10 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) tahun 2025. Sektor tersebut diikuti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,49 persen serta industri pengolahan sebesar 10,49 persen.
Sumber
Dominasi sektor transportasi dan pergudangan yang mencapai sekitar Rp5,15 triliun menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur dan layanan publik untuk memperkuat mobilitas masyarakat serta menopang pertumbuhan ekonomi daerah.“RSUD Tipe D ini dirancang dengan kapasitas 50-60 tempat tidur yang dapat melayani sekitar 5-6 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui peningkatan akses layanan kesehatan, memperpendek waktu tempuh masyarakat untuk memperoleh layanan medis, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar,” ujar Reynaldi dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu.Pewarta: Bayu SaputraEditor: Faisal YuniantoCopyright © ANTARA 2026Selain meningkatkan layanan kesehatan, pembangunan RSUD juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM dan sektor pendukung, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan rumah sakit.Infrastruktur kesehatan yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.Baca juga: BTN salurkan KPR 6 juta unit rumah bagi kelompok masyarakat desil 3Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Kerja sama ini turut memperkuat portofolio pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah.Jakarta (ANTARA) – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan dana pembiayaan senilai Rp69,7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman guna pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D yang berlokasi di Kecamatan Sungai Limau.Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan apresiasi atas dukungan pembiayaan yang diberikan oleh PT SMI kepada pemerintah daerah.“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan PT SMI kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Untuk pembangunan RSUD ini, kami memperkirakan groundbreaking dapat dilakukan paling lambat pertengahan Juli, namun tentu semakin cepat akan semakin baik agar operasional rumah sakit juga dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar John.Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI tercatat mencapai Rp37,44 triliun dengan outstanding sebesar Rp15,25 triliun.Baca juga: BSI catat penyaluran pembiayaan KPP capai Rp844 miliar per 21 Mei 2026PT SMI menyatakan akan terus mendorong percepatan pembiayaan pembangunan guna mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.Dia menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan kontraktor menjalankan proyek dengan optimal karena pembiayaan tersebut harus dipertanggungjawabkan dengan baik.Pembangunan RSUD Tipe D di Kecamatan Sungai Limau diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyatakan bahwa pembangunan RSUD Tipe D di Kabupaten Padang Pariaman merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini kekurangan fasilitas kesehatan.“Saya juga akan ikut memastikan kesungguhan kontraktor dalam pelaksanaannya, karena ini merupakan dana yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, efektif, dan efisien,” katanya. Berdasarkan hasil kajian kelayakan, proyek pengembangan RSUD tersebut memiliki Internal Rate of Return (IRR) sebesar 4,80 persen atau berada di atas BI Rate, sehingga dinilai layak untuk dilaksanakan dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun daerah.
Baca juga: PT SMI dan GREI teken pembiayaan Rp125 miliar untuk pengembangan PLTS
