
Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Indonesia, Amelia Anggraini, mengatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Jepang di sektor pertahanan memiliki potensi untuk memperkuat stabilitas regional.
Dengan membangun kemitraan strategis ini, Indonesia tidak berorientasi pada blok kekuatan tertentu. Selain itu, Indonesia tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan yang mandiri dan aktif, ujarnya.
“Kolaborasi ini memiliki potensi untuk memperkuat stabilitas regional, terutama dalam menghadapi tantangan non-tradisional seperti keamanan maritim, perlindungan jalur laut, dan ancaman hibrida,” kata Anggraini di sini pada hari Senin.
Perjanjian ini, tambahnya, bukan sekadar simbolis, tetapi memiliki implikasi konkret untuk meningkatkan interoperabilitas militer, transfer pengetahuan, dan memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia di tengah dinamika keamanan regional yang semakin kompleks.
Dengan kemampuan teknologi pertahanan yang maju, ia percaya bahwa Jepang adalah mitra penting dalam mendukung modernisasi peralatan pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia untuk pertahanan Indonesia.
Oleh karena itu, ia percaya bahwa kolaborasi ini adalah sinyal kuat bahwa kerjasama pertahanan Indonesia telah memasuki fase yang lebih maju, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.
“Ini harus dilihat sebagai langkah strategis yang mencerminkan kemitraan pertahanan yang semakin dekat antara kedua negara di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.
Kementerian Pertahanan Indonesia sebelumnya mengonfirmasi bahwa Indonesia akan memperkuat kerjasama militer dengan Jepang di industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kita telah sepakat untuk mempromosikan kerjasama substantif di industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia di kedua negara, dengan fokus pada kepentingan nasional masing-masing,” kata Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam pernyataan bersama dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di kantor Kementerian Pertahanan, di sini pada hari Senin.
Sjamsoeddin percaya bahwa kerjasama dengan Jepang di industri pertahanan adalah langkah strategis karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan domestik.
Berita terkait: Indonesia, Jepang sepakat untuk meningkatkan kerjasama pertahanan maritim
Berita terkait: Indonesia, Jepang berkolaborasi untuk memperkuat sumber daya manusia perikanan
Berita terkait: Indonesia, Jepang meningkatkan kerjasama kehutanan dan perdagangan karbon
Penerjemah: Bagus Ahmad Rizaldi, Katriana
Editor: Azis Kurmala
Hak cipta © ANTARA 2026
