Perdamaian dimulai dari dalam: Pesan Gubernur Jakarta untuk dunia

Perdamaian dimulai dari dalam: Pesan Gubernur Jakarta untuk dunia

Dari Jakarta, kami mengirimkan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijunjung tinggi,

Jakarta (ANTARA) –

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perdamaian tidak selalu muncul dari forum internasional besar, tetapi dimulai dari masing-masing individu melalui saling menghormati, menerima perbedaan, dan komitmen untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Malam Renungan Suci untuk Perdamaian Dunia di Monumen Nasional di Jakarta Pusat pada hari Sabtu, bertema “Malam Suci untuk Perdamaian Dunia dan Harmoni Global”.

Ia mengapresiasi Organisasi Gema Sadhana yang menginisiasi ruang antaragama. Acara tersebut menjadi platform untuk renungan, doa, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan yang terus berlangsung.

“Dalam ajaran Hindu, kita mengenal nilai luhur Ahimsa, yaitu prinsip tidak menimbulkan bahaya, baik dalam pikiran, ucapan, maupun tindakan. Nilai ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada kekerasan, tetapi dalam cinta, empati, dan kasih sayang,” ujarnya dalam pernyataan pers di sini pada hari Minggu.

Ia juga menyentuh konsep Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

“Kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian. Dari Jakarta, kami mengirimkan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijunjung tinggi,” kata Anung.

Sebagai kota global, tambahnya, Jakarta memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jakarta berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan mendukung kegiatan antaragama dan budaya.

“Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk tidak berhenti di upacara, tetapi menjadikan nilai-nilai ini bagian dari kehidupan sehari-hari; menyebarkan kemanusiaan, memperkuat persaudaraan, dan membangun perdamaian mulai dari komunitas terkecil,” ujarnya.

Malam Renungan Suci untuk Perdamaian Dunia juga dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty; Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Sashikala Premawardhane; dan Ketua Gema Sadhana Kobalen.

Berita terkait: Anggota dewan mengatakan kunjungan Prabowo ke Rusia berperan dalam mempromosikan perdamaian

Penerjemah: Ilham, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026



Sumber

About Aditya Pranawa

Aditya Pranawa berfokus pada pemberitaan politik dan isu nasional, mencakup kebijakan pemerintah, dinamika politik, parlemen, serta peristiwa penting yang berdampak pada masyarakat luas.

View all posts by Aditya Pranawa →