Iran menunda proposal perdamaian AS

Iran menunda proposal perdamaian AS

Iran mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa mereka masih meninjau sebuah proposal A.S. untuk mengakhiri perang dan memulai kembali negosiasi, meskipun Presiden Trump mengancam akan meluncurkan kampanye pengeboman baru jika Teheran tidak setuju untuk berbicara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada outlet yang terkait dengan negara, Islamic Republic News Agency, bahwa pihak berwenang masih mempertimbangkan proposal tersebut, yang ketentuan-keturannya belum dipublikasikan, dan akan menyampaikan respons mereka kepada mediator Pakistan ketika selesai.

Sementara rincian proposal tersebut belum diungkapkan oleh Iran atau A.S., beberapa laporan menunjukkan bahwa proposal tersebut bisa menyediakan gencatan senjata selama sebulan di mana kedua belah pihak dapat terlibat dalam diplomasi dan Selat Hormuz akan dibuka untuk pengiriman komersial.

Komentar Mr. Baghaei muncul di tengah peningkatan diplomasi publik antara A.S., Iran dan Pakistan saat Washington mendorong untuk mengakhiri konflik dua bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan menciptakan krisis energi.

Menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, berbicara melalui telepon dengan rekan Pakistan-nya, Ishaq Dar, pada hari Kamis untuk membahas status upaya diplomatik dan “perlunya meningkatkan kerja sama konstruktif di antara negara-negara regional,” kata Kementerian Luar Negeri Iran.

Iran telah mempertahankan sikap menantang secara publik, dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa laporan yang mengklaim bahwa republik Islam setuju untuk mengakhiri perang adalah tidak benar.

“Operasi Trust Me Bro gagal. Sekarang kembali ke rutinitas dengan Operasi Fauxios,” tulisnya di X, dengan mengejek merujuk pada outlet A.S. Axios, yang menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa A.S. dan Iran sedang mendekati sebuah memo satu halaman untuk mengakhiri perang.

Topik Cerita



Sumber

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →