
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Gempa bumi kuat dengan magnitudo awal 7,7 terjadi di lepas utara Jepang pada hari Senin.
Kantor Kabinet dan Badan Meteorologi Jepang menunjukkan bahwa ada kemungkinan 1% terjadinya mega-gempa dalam minggu mendatang atau setelah gempa di dekat Chishima dan palung Jepang.
Gempa tersebut terjadi di lepas pantai Sanriku sekitar pukul 4:53 sore waktu setempat, pada kedalaman sekitar 11 mil, kata badan meteorologi.
Sebuah layar televisi menunjukkan laporan berita tentang peringatan tsunami Badan Meteorologi Jepang, yang mengatakan bahwa mereka mengharapkan gelombang tsunami setinggi 3 meter (9,84 kaki) mencapai area pantai besar di Jepang utara setelah gempa bumi melanda pantai timur laut Jepang, di Tokyo, Jepang 20 April 2026 (REUTERS/Issei Kato)
Sebuah tsunami setinggi sekitar 2,6 kaki teridentifikasi di pelabuhan Kuji di prefektur Iwate setelah gempa, sementara tsunami setinggi 1,3 kaki tercatat di pelabuhan yang berbeda di prefektur tersebut, kata badan itu.
Badan Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Amerika mencatat bahwa ancaman tsunami “sekarang telah berlalu.”

Seorang polisi menyusuri puing-puing mencari mayat di Rikuzentakata, prefektur Iwate, pada 22 Maret 2011, setelah gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan pada 11 Maret. (TORU YAMANAKA/AFP via Getty Images)
Badan Pengatur Nuklir mencatat bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir di daerah tersebut utuh dan tidak ada anomali yang ditemukan.

Dalam pandangan satelit ini, pembangkit listrik nuklir Fukushima Dai-ichi setelah gempa bumi besar dan tsunami yang terjadi pada 14 Maret 2011 di Futaba, Jepang. (DigitalGlobe via Getty Images via Getty Images)
KLIK DI SINI UNTUK MENGUNDUH APLIKASI FOX NEWS
Sebuah gempa bumi dan tsunami hebat dengan magnitudo 9.0 pada tahun 2011 mengakibatkan kehancuran di Jepang, menewaskan lebih dari 22.000 orang dan memaksa hampir 500.000 orang melarikan diri dari rumah mereka, sebagian besar karena kerusakan tsunami.
Associated Press turut memberikan kontribusi pada laporan ini
