Kepala intelijen Israel mengatakan misi Iran hanya akan berakhir ketika ‘rezim ekstremis’ digantikan

Kepala intelijen Israel mengatakan misi Iran hanya akan berakhir ketika ‘rezim ekstremis’ digantikan

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

Direktur Mossad Dadi Barnea menyatakan pada hari Selasa bahwa operasi Israel terhadap Iran akan berakhir “hanya setelah rezim ekstremis di Iran digantikan.” 

Barnea mengungkapkan pernyataan tersebut saat menghadiri sebuah acara peringatan Holocaust, menurut The Wall Street Journal. 

“Kami merencanakan dengan sangat teliti agar operasi kami tetap berlanjut dan terwujud bahkan di periode setelah serangan di Teheran,” kata Barnea menurut laporan. “Komitmen kami akan terpenuhi hanya setelah rezim ekstremis di Iran digantikan.” 

“Empat puluh hari pertarungan intens telah menghasilkan pencapaian yang sangat signifikan, terpenting di antaranya adalah pukulan terhadap tujuan utama musuh — penghancuran Negara Israel,” tambah Barnea, menurut Ynetnews. “Namun, misi kami belum selesai.”

Pembaruan Langsung: PERBICARAAN IRAN BARU DAPAT DIMULAI MINGGU INI SEBAGAI AS MELANJUTKAN BLOKADE PELABUHAN

Foto arsip menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran yang terlambat Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri demonstrasi untuk memperingati hari Yerusalem di Teheran. (Morteza Nikoubazl/NurPhoto)

Israel memulai Operasi Singa Mengaumnya terhadap Iran pada 28 Februari, pada hari yang sama ketika militer AS meluncurkan Operasi Epic Fury. 

Upaya bersama AS-Israel telah menghancurkan infrastruktur militer dan rudal Iran serta mengakibatkan kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Hosseini Khamenei

CHINA MENENTANG BLOKADE MILITER AS DI SELAT HORMUZ SEBAGAI ‘LANGKAH YANG BAHAYA DAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB’

Mojtaba Khamenei berdiri di Teheran, Iran

Majelis Ahli Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei (R) sebagai pemimpin tertinggi baru negeri itu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, di Teheran, ibu kota Iran, pada 4 Maret 2026. (Kantor Pers Presiden Iran/Anadolu)

Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei mengalami cacat wajah yang parah setelah menderita cedera kaki dan wajah selama serangan udara awal di Teheran pada bulan Februari, laporan Reuters lebih awal minggu ini.

Ayatollah Ali Khamenei tiba untuk memberikan suaranya pada pemilihan presiden 2024

Former Iranian Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei tiba untuk memberikan suaranya pada pemilihan presiden 2024. (Sobhan Farajvan/Pacific Press)

KLIK DI SINI UNTUK MENDOWNLOAD APLIKASI FOX NEWS

Khamenei sedang dalam proses pemulihan setelah mengalami cedera dalam serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya. 

Robert McGreevy dari Fox News Digital berkontribusi pada laporan ini.  



Sumber

Tagged

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →