Pemain NFL sebelumnya Jordan Devey, yang memenangkan Super Bowl dengan Patriots, meninggal karena bunuh diri pada usia 38 tahun

Pemain NFL sebelumnya Jordan Devey, yang memenangkan Super Bowl dengan Patriots, meninggal karena bunuh diri pada usia 38 tahun

Bek NFL mantan Jordan Devey, yang memenangkan Super Bowl 49 dengan New England Patriots pada tahun 2015, meninggal pada hari Selasa. Ia berusia 38 tahun.

Keluarga Devey mengungkapkan dalam penggalangan dana GoFundMe bahwa bintang sepak bola tersebut meninggal karena bunuh diri. Mereka mengatakan bahwa ia dikenal karena “dedikasinya yang tak tergoyahkan untuk melayani orang lain.”

“Komitmennya untuk memberdayakan orang-orang di sekelilingnya melampaui olahraga, saat ia setia melayani di gerejanya, menawarkan dukungan, nasihat, dan persahabatan kepada siapa saja yang membutuhkan,” bunyi pos tersebut. “Ia sangat dicintai oleh para pemain yang menganggapnya sebagai mentor, panutan, dan teman.”

Sebelum karir sepak bolanya, penduduk asli Utah ini menjalani misi selama dua tahun di Costa Rica dengan Gereja Santo-Santo Akhir Zaman, menurut Deseret News Salt Lake City. Meskipun ia tidak bermain sepak bola di sekolah menengah, Devey bermain dua musim di Snow College di Utah sebelum pindah ke Universitas Memphis, lapor Deseret News.

Karirnya di NFL dimulai pada tahun 2013 dengan Baltimore Ravens. Pada tahun yang sama, pada bulan September, Devey bergabung dengan skuad latihan Patriots dan masuk ke daftar aktif pada tahun 2014. Tim tersebut kemudian memenangkan Super Bowl 49 melawan Seattle Seahawks pada tahun 2015.

Devey diperdagangkan ke San Francisco 49ers beberapa bulan kemudian. Ia bermain satu musim dengan 49ers dan memiliki masa tugas dengan Kansas City Chiefs, Las Vegas Raiders, dan Buffalo Bills, menurut statistik NFL-nya. Ia pensiun pada tahun 2021 setelah delapan tahun.

Istrinya, Linsey Devey, berbagi di Instagram bahwa pasangan tersebut hanya beberapa hari menjelang ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15.

“Kami telah mengisi dinding rumah dan hati kami dengan banyak kenangan, kebahagiaan, perjuangan, dan kemenangan,” tulisnya pada hari Kamis di Instagram. “Kau adalah pahlawan kami dan hati kami terasa sakit atas kepergianmu. Kami mencintaimu. Kami merindukanmu.”

Keluarganya mengungkapkan bahwa mantan pesepakbola tersebut menghabiskan tahun-tahun terakhirnya melatih atlet di Eagle High di Idaho.

“Lapangan tidak akan terasa sama tanpanya, tetapi pengaruhnya tidak akan pernah meninggalkannya. Setiap latihan, setiap permainan, setiap pelajaran tentang kerja sama tim, ketekunan, dan melakukan hal dengan benar mengandung bagian dari apa yang diperjuangkan Jordan,” tulis tim SMA tersebut di Instagram. “Istirahatlah dengan tenang, Pelatih.”

Devey ditinggalkan oleh istrinya dan empat anak.

Lebih Banyak Bacaan



Sumber

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →