Kuliner Nusantara jadi alat diplomasi di Tanah Azteca

Kuliner Nusantara jadi alat diplomasi di Tanah Azteca

Mexico City (ANTARA) – Mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional tidak harus selalu melalui diplomasi politik atau prestasi olahraga.

Memperkenalkan Indonesia melalui kuliner berbasis resep tradisional nenek moyang juga dapat menjadi cara efektif.

Inilah yang dilakukan oleh Renta Uli Panggabean, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Mexico City, Meksiko.

Meski terpisahkan oleh Samudera Pasifik, Uli mengenalkan Indonesia di Negeri Azteca, nama lain Meksiko, melalui hidangan autentik dari berbagai wilayah di Nusantara.

Dengan Restoran Enak yang didirikannya tiga tahun silam di pusat Mexico City, tepatnya di kawasan Cuauhtemoc, nama Indonesia semakin dikenal di kalangan masyarakat Meksiko dan warga negara asing lainnya.

Kehadiran banyak orang dari berbagai belahan dunia di Mexico City saat Piala Dunia 2026 menambah peluang ini. Kota yang terletak di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut ini menjadi magnet bagi wisatawan.

“Sebagian besar pengunjung asing yang datang ke Restoran Enak adalah mereka yang sudah berada di sini selama tiga hari,” ungkap Uli, sapaan akrab Renta Uli Panggabean.

Menurut Uli, para wisatawan ini merasa jenuh dengan kuliner Meksiko yang cenderung memiliki rasa asam yang seragam.

Oleh karena itu, mereka mencari alternatif kuliner lain, jelas Uli.

![Papan nama restoran masakan Indonesia Enak, Cuauhtamoc, Mexico City, Meksiko, Sabtu (13/6/2026).](https://img.antaranews.com/cache/730×487/2026/06/14/rESTORAN-ENAK.jpg)

Ulasan

Editor: Sapto Heru PurnomojoyoCopyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



Sumber

Tagged

About Dewi Anggraini

Dewi Anggraini meliput isu ekonomi dan bisnis, menghadirkan informasi seputar pasar, keuangan, investasi, serta perkembangan dunia usaha secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami.

View all posts by Dewi Anggraini →