OJK menyambut positif pengakuan MSCI terhadap reformasi pasar modal Indonesia

OJK menyambut positif pengakuan MSCI terhadap reformasi pasar modal Indonesia

Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan

MSCI juga dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.Selain itu, sejalan dengan perlakuan terhadap pasar negara lain, MSCI mengumumkan akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).Dengan berbagai upaya ini, OJK percaya bahwa pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pasar yang lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.Beberapa reformasi pasar modal Indonesia yang mendapat perhatian MSCI meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan granularitas klasifikasi investor, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.Di sisi lain, MSCI tetap mempertahankan langkah yang telah diumumkan sebelumnya, yang saat ini berlaku untuk pasar Indonesia, seperti pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.Langkah ini merupakan bagian dari penyempurnaan evaluasi untuk Index Review MSCI pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026.Baca juga: IHSG melemah dipicu sentimen MSCI masih tahan rebalancing saham RIOJK melihat proses ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas dari kebijakan yang telah diterapkan, dengan harapan bahwa langkah-langkah konkret tersebut akan semakin memperkuat aksesibilitas dan meningkatkan investasi di pasar modal Indonesia.Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik pengumuman dari MSCI Inc. terkait Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis pada 20 April 2026.“Ke depan, pelaksanaan langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar tetap konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” ujar Friderica.Saat ini, MSCI tengah melakukan evaluasi lanjutan berdasarkan data baru yang dihasilkan dari inisiatif reformasi pasar modal Indonesia, termasuk menghimpun masukan dari pelaku pasar global.Baca juga: Transparansi tuntas, OJK yakin MSCI tak turunkan status pasar modal RIPewarta: Muhammad HeriyantoEditor: Faisal YuniantoCopyright © ANTARA 2026Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Baca juga: OJK soroti potensi besar industri pengelolaan investasi RIKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pengakuan awal MSCI terhadap pencapaian reformasi transparansi pasar modal merupakan sinyal positif terhadap arah kebijakan yang ditempuh Indonesia.Rencana aksi tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penguatan penegakan hukum dan tata kelola, serta pendalaman pasar.

Sumber

Pengumuman ini menyoroti bahwa MSCI telah melihat dan mengakui berbagai strategi yang telah diambil oleh OJK, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Dalam komitmennya terhadap reformasi berkelanjutan, OJK menegaskan akan terus mendorong penguatan integritas pasar modal nasional melalui pelaksanaan delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.


“Inisiatif strategis ini adalah bagian dari usaha berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat perlindungan investor, serta menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.

Tagged

About Dewi Anggraini

Dewi Anggraini meliput isu ekonomi dan bisnis, menghadirkan informasi seputar pasar, keuangan, investasi, serta perkembangan dunia usaha secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami.

View all posts by Dewi Anggraini →