Trump, Starmer setuju Selat Hormuz harus dibuka kembali saat konflik Timur Tengah meningkat

Trump, Starmer setuju Selat Hormuz harus dibuka kembali saat konflik Timur Tengah meningkat

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

Presiden Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Minggu untuk membahas ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah, dengan fokus pada kebutuhan mendesak untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan pengiriman global.

Para pemimpin membahas situasi saat ini di Timur Tengah, dan khususnya, kebutuhan untuk membuka kembali Selat Hormuz agar pengiriman global dapat dilanjutkan, kata Downing Street dalam sebuah pernyataan.

PESAWAT TEMPUR STEALTH MENDARAT DI BASIS INGGRIS ‘DALAM HARI’ SETELAH TRUMP MENEKAN STARMER: LAPORAN

Keir Stamer, perdana menteri Inggris, selama konferensi pers memberikan informasi terkini tentang situasi di Timur Tengah, di Downing Street di London, Inggris, pada hari Kamis, 5 Maret 2026.  (Tolga Akmen/EPA/Bloomberg via Getty Images)

“Mereka sepakat bahwa membuka kembali Selat Hormuz sangat penting untuk memastikan stabilitas di pasar energi global. Mereka sepakat untuk berbicara lagi segera.”

Panggilan tersebut dilakukan di tengah konflik yang semakin intensif di wilayah tersebut, dengan Iran memblokir selat yang secara strategis sangat penting sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap target-target Iran pada 28 Februari.

Tindakan militer tersebut memicu balasan cepat dari Tehran dan sejak itu meningkat menjadi perang regional yang lebih luas karena Iran telah mengirim rudal ke berbagai negara tetangga yang tidak langsung terlibat dalam konflik awal.

SUBMARIN NUKLIR INGGRIS DILAPORKAN DITERJUNKAN KE LAUT ARAB SEBELUM IRAN MENJAJAH BASIS PENTING AS-INGGRIS: LAPORAN

Presiden Trump menunjuk ke seorang reporter di Oval Office

Presiden Donald Trump menjawab pertanyaan dari para reporter selama pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Oval Office Gedung Putih, pada Hari St. Patrick, Selasa, 17 Maret 2026, di Washington.  (AP Photo/Alex Brandon)

Pada 21 Maret, Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran yang menuntut pembukaan kembali jalur maritim penting, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa kegagalan untuk memenuhi akan mengakibatkan tindakan lebih lanjut dari AS, termasuk serangan potensial terhadap infrastruktur energi Iran.

UE MENDORONG AKHIR PERANG IRAN DENGAN CARA DI MANA ‘SEMUA ORANG MENYELAMATKAN WAJAH’

Kapal Pengangkut Bulk Belray di Teluk.

Kapal Pengangkut Bulk, Belray, di Teluk, dekat Selat Hormuz pada 22 Maret 2026 di utara Ras al Khaimah, Uni Emirat Arab. (Getty Images/Getty Images)

Percakapan akhir pekan antara Trump dan Starmer mungkin mencerminkan pelunakan dalam hubungan tegang antara kedua pemimpin.

Trump telah secara terbuka mengkritik pemerintah Inggris, menyatakan bahwa Inggris “seharusnya bertindak jauh lebih cepat” dalam mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris untuk serangan yang menargetkan situs-situs rudal Iran.

Starmer juga mempertahankan bahwa penggunaan pangkalan Inggris hanya dapat dibenarkan berdasarkan prinsip “pertahanan diri kolektif” di wilayah tersebut.

Dia awalnya menolak untuk mendukung operasi militer AS-Israel, yang mendapat kritik berulang dari Gedung Putih.

KLIK DI SINI UNTUK MENGUNDuh APLIKASI FOX NEWS

Sementara itu, Trump tampak menerapkan tekanan publik, membagikan klip “Saturday Night Live” pada hari Minggu yang mengejek cara penanganan krisis oleh perdana menteri Inggris.


Sumber

Tagged

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →