Empat warga New Jersey didakwa karena memberikan suara secara ilegal dan berbohong dalam formulir kewarganegaraan.

Empat warga New Jersey didakwa karena memberikan suara secara ilegal dan berbohong dalam formulir kewarganegaraan.

NEWARK, N.J. — Jaksa federal di New Jersey telah membebankan tuduhan kepada empat warga karena memberikan suara secara ilegal.

Kantor jaksa AS untuk New Jersey menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa keempat orang tersebut bukan warga negara AS saat mereka mendaftar untuk memilih dan memberikan suara dalam pemilihan federal, sebagaimana diwajibkan oleh hukum federal.

Tuduhan mereka berkisar antara memberikan suara secara ilegal dalam pemilihan federal hingga membuat pernyataan palsu saat mengajukan permohonan kewarganegaraan dan pengadaan kewarganegaraan atau naturalisasi yang melanggar hukum.

Jaksa menyatakan bahwa keempat orang tersebut memberikan suara dalam setidaknya satu pemilihan federal dari tahun 2020 hingga 2024, periode yang mencakup dua pemilihan presiden dan satu pemilihan paruh waktu.

Mereka mengatakan bahwa terdakwa, setelah memberikan suara, kemudian mengajukan permohonan untuk naturalisasi di mana mereka mengklaim secara palsu bahwa mereka tidak pernah memberikan suara atau mendaftar untuk memilih dalam pemilihan federal.

Jaksa AS Robert Frazer mengatakan bahwa tuduhan tersebut mencerminkan “komitmen kantor kami untuk melindungi integritas sistem pemilihan kami.”

Tahun lalu, kantor tersebut meluncurkan satuan tugas yang berfokus pada kejahatan terkait pemilihan seperti penipuan pendaftaran pemilih, memberikan suara dengan suara yang dipalsukan, memberikan suara oleh bukan warga negara, dan individu yang memberikan suara beberapa kali dalam pemilihan yang sama.

Bacaan Populer

Klaim di media sosial mengenai penipuan pemilih yang meluas melonjak setelah pemilihan 2020 dan terus diperkuat oleh Presiden Donald Trump dan sekutunya.

Namun, pejabat pemilihan saat ini dan yang sebelumnya mengatakan bahwa penipuan semacam itu adalah terpencil dan jarang. Pemilihan di negara tersebut terdesentralisasi, dengan ribuan yurisdiksi pemungutan suara independen, yang membuatnya hampir mustahil untuk melakukan operasi pemalsuan suara berskala besar yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan, kata pejabat kepada The Associated Press.

Frazer, seorang jaksa senior, diangkat pada bulan Maret, mengakhiri ketegangan berprofil tinggi antara jajaran peradilan dan pemerintah Trump atas kendali kantor jaksa AS di New Jersey.

Pilihan sebelumnya Trump untuk posisi tersebut, termasuk mantan pengacaranya, Alina Habba, telah didiskualifikasi.



Sumber

Tagged

About Aditya Pranawa

Aditya Pranawa berfokus pada pemberitaan politik dan isu nasional, mencakup kebijakan pemerintah, dinamika politik, parlemen, serta peristiwa penting yang berdampak pada masyarakat luas.

View all posts by Aditya Pranawa →