
Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat telah mendorong operator kawasan industri untuk mengadopsi konsep kawasan industri yang lebih ramah lingkungan dengan memperluas penanaman pohon dan memperkuat perlindungan lingkungan sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan dengan anggota Asosiasi Kawasan Industri (HKI) di Jakarta pada hari Kamis, Jumhur mengatakan bahwa kawasan industri tidak boleh identik dengan lanskap tandus.
Menurut menteri, pembangunan industri bisa seiring sejalan dengan upaya untuk menjaga kualitas lingkungan.
“Setiap kali saya mengunjungi kawasan industri, saya sering bertanya-tanya mengapa tampaknya begitu tandus. Padahal, kawasan industri bisa terlihat subur dan indah sambil tetap menampung pabrik,” katanya.
Kementerian Lingkungan Hidup, kata Jumhur, akan meluncurkan program untuk menanam dua miliar pohon.
Dia mengungkapkan harapannya agar operator kawasan industri mendukung inisiatif tersebut dengan memperluas ruang hijau dan menanam lebih banyak pohon di dalam area industri mereka.
Menurutnya, kawasan industri dengan ruang hijau yang memadai dan tutupan pohon dapat membantu menyerap emisi karbon.
Upaya semacam itu, tambahnya, juga dapat menciptakan nilai ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.
Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pengembangan yang berpusat pada konservasi lingkungan dapat menghasilkan peluang ekonomi baru sambil mendukung pertumbuhan industri.
Jumhur menekankan bahwa paradigma pembangunan negara harus beralih dari pendekatan konvensional yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan ke satu yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan ke dalam penciptaan nilai.
Dia lebih lanjut menekankan bahwa perlindungan lingkungan tidak boleh dipandang sebagai hambatan bagi investasi atau aktivitas industri.
Selama bisnis berkomitmen untuk memenuhi standar lingkungan sejak awal, kata Jumhur, pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih lancar.
“Tidak benar bahwa persyaratan lingkungan menghambat pembangunan. Yang perlu diubah adalah pola pikir kita sebagai orang Indonesia. Semua orang harus berkomitmen sejak awal untuk melindungi dan memulihkan Bumi. Jika kita melakukannya, semuanya akan berjalan lancar,” katanya.
Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan harus dicapai melalui perlindungan lingkungan sebagai paradigma baru.
Berita terkait: Indonesia mengincar industri yang lebih ramah lingkungan dengan dukungan universitas
Berita terkait: Indonesia meluncurkan Pusat Taman Industri Ramah Lingkungan untuk transisi hijau
Berita terkait: RI mencari investasi Australia untuk mendorong hilirisasi, ekonomi hijau
Penerjemah: Bayu Prasetyo
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
