
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Pada bulan Maret lalu, pemerintah Inggris menyatakan bahwa pasukannya dapat menaiki kapal yang dikenai sanksi saat melintasi perairan Inggris.Menurut laporan media Rusia, paket sanksi ke-21 yang sedang disusun kemungkinan akan mencakup pembatasan baru terhadap bank, pedagang minyak, kilang, serta operator aset kripto di negara ketiga.Mereka juga berencana untuk menghalangi kapal-kapal tersebut, termasuk yang melintasi Selat Inggris, dengan target “armada bayangan” yang dicurigai mengangkut sumber daya energi Rusia.
Sumber
“Penggunaan kapal dalam operasi angkatan laut IRINI oleh Uni Eropa di Laut Mediterania guna memeriksa atau menyita kapal yang membawa produk minyak bumi akan menjadi pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” ujar Zakharova pada Rabu (10/6).Baca juga: Impor LNG Uni Eropa dari Rusia naik 21 persen pada MeiBaca juga: Belanda masih impor LNG dari Rusia meski ada sanksi Uni EropaSementara itu, pada 23 April, UE mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia yang memperluas pembatasan pada sektor energi, termasuk produksi, pengolahan, dan transportasi minyak.Paket ini juga dilaporkan dapat mencakup sanksi terhadap sekitar 20 kapal tanker yang diduga memiliki kaitan dengan Rusia.Moskow (ANTARA) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memperingatkan bahwa Uni Eropa (UE) berpotensi melanggar hukum internasional secara serius jika memanfaatkan kapal angkatan laut di Laut Mediterania untuk menahan kapal tanker minyak.Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya upaya dari Barat untuk memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang dicurigai mengangkut sumber daya energi dari Rusia.
Penerjemah: Yoanita Hastryka DjohanEditor: Anton SantosoCopyright © ANTARA 2026
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
