BEI siap selesaikan evaluasi sistem perdagangan FCA pada kuartal II 2026

BEI siap selesaikan evaluasi sistem perdagangan FCA pada kuartal II 2026

“Prosesnya baru dimulai, ini baru awal kuartal kedua. Kami memang merencanakan untuk melakukannya di kuartal ini,” tambah Jeffrey.Harga dalam sistem ini ditentukan berdasarkan titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran.Ia menambahkan bahwa perubahan sistem perdagangan saham dengan skema FCA akan lebih fokus pada penyederhanaan.FCA adalah mekanisme perdagangan khusus di BEI untuk saham-saham di papan pemantauan khusus, di mana order beli dan jual dikumpulkan selama periode tertentu dan dieksekusi bersamaan pada satu harga yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, reformasi pasar modal ini mendorong perlunya penyesuaian terhadap sistem perdagangan saham dengan skema FCA.Baca juga: OJK dan SRO tuntaskan 4 proposal reformasi transparansi pasar modal RISebelumnya, Jeffrey menjelaskan bahwa evaluasi sistem perdagangan ini merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal di Indonesia.Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Baca juga: BEI: Transparansi saham terkonsentrasi tinggi akan naikkan bobot RISaat ini, Jeffrey menjelaskan bahwa evaluasi sistem perdagangan saham dengan skema FCA baru saja dimulai dan sedang dalam tahap proses oleh otoritas pasar modal di Indonesia.Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan transparansi data, termasuk detail kepemilikan saham dan penyesuaian aturan free float menjadi 15 persen, dapat mengubah beberapa kriteria yang selama ini menjadi dasar penempatan emiten di papan pemantauan khusus.

Sumber

Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor: Kelik DewantoCopyright © ANTARA 2026″Kami optimis ini dapat rampung pada kuartal II,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin.”Kemungkinan besar akan ada pengurangan, tidak ada penambahan,” ungkap Jeffrey.Jakarta (ANTARA) – Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan keyakinannya bahwa proses evaluasi sistem perdagangan saham dengan skema full call auction (FCA) di BEI akan selesai pada kuartal kedua tahun 2026.”Dengan transparansi yang lebih tinggi, dampaknya signifikan. Perlu ditinjau kembali apakah kriteria papan pemantauan khusus masih relevan,” ujar Jeffrey.

Baca juga: Transparansi tuntas, OJK yakin MSCI tak turunkan status pasar modal RI


“Sesuai dengan kebijakan kami, evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk FCA. Ada peluang untuk penyempurnaan atau perbaikan,” terang Jeffrey.

Tagged

About Dewi Anggraini

Dewi Anggraini meliput isu ekonomi dan bisnis, menghadirkan informasi seputar pasar, keuangan, investasi, serta perkembangan dunia usaha secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami.

View all posts by Dewi Anggraini →