Setidaknya 20 tewas saat pesawat kargo militer yang penuh dengan uang tunai jatuh di Bolivia

Setidaknya 20 tewas saat pesawat kargo militer yang penuh dengan uang tunai jatuh di Bolivia

Setidaknya 20 orang telah tewas dan puluhan terluka setelah pesawat kargo militer yang membawa uang kertas jatuh saat mendarat di dekat ibu kota Bolivia pada hari Jumat, merusak sekitar selusin kendaraan di jalan raya dan menyebarkan uang kertas di tanah, kata seorang pejabat.

Rekaman dari media lokal menunjukkan orang-orang bergegas mengumpulkan uang kertas sementara polisi bersenjata lengkap mencoba membubarkan mereka dengan menggunakan gas air mata. Pihak berwenang kemudian terlihat membakar uang tersebut di api unggun di lokasi kecelakaan.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “uang yang diangkut dalam pesawat yang jatuh tidak memiliki nomor seri resmi … oleh karena itu tidak memiliki kekuatan hukum atau daya beli.” Ditambahkan bahwa “pengumpulan, kepemilikan, atau penggunaan uang tersebut merupakan tindak kejahatan.”

Pesawat tersebut, sebuah pesawat angkut C-130 Hercules, tergelincir dari landasan pacu saat mendarat di bandara internasional El Alto dan meluncur di sepanjang sebuah jalan sebelum berhenti di ladang, ditunjukkan oleh rekaman media lokal.

Tidak segera diketahui apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut tetapi saksi mata mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa cuacanya sangat buruk.

Cristina Choque, seorang pedagang berusia 60 tahun yang mobilnya tertabrak puing-puing pesawat, menggambarkan kilat dan hujan es yang berat pada saat pesawat mendarat. “Ban adalah yang jatuh di atas kami … putri saya terluka, dia mengalami luka di kepala,” katanya.

Choque mengatakan dia dan keluarganya tetap berada di dalam kendaraan mereka yang hancur karena takut akan kerumunan yang berdesak-desakan di lokasi kecelakaan.

Kementerian Pertahanan mengatakan akan meluncurkan penyelidikan tentang kecelakaan tersebut.

Kolonel Rene Tambo, kepala divisi pembunuhan polisi di El Alto, mengatakan kepada wartawan “ada sekitar 20, mungkin sedikit lebih,” korban. Kolonel Pavel Tovar dari Departemen Pemadam Kebakaran Nasional memberikan angka sebelumnya “antara 15 dan 16 orang” yang tewas dalam bencana tersebut. “Kami sedang memulihkan jenazah orang-orang yang dengan sangat disayangkan menderita dalam kecelakaan ini,” katanya.

Kementerian kesehatan Bolivia melaporkan bahwa setidaknya 28 orang terluka.

Pesawat tersebut, yang merupakan milik angkatan udara Bolivia, sedang mengangkut uang kertas baru dari bank sentral ke kota-kota lain dan sejumlah besar uang kertas tersebar di tanah di lokasi kecelakaan.

Otoritas Navigasi Udara dan Bandara Bolivia (NAABOL) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa C-130 berangkat dari kota Santa Cruz di timur dan jatuh saat mendarat di bandara internasional di La Paz, yang menghentikan operasinya.

Jenderal angkatan udara Bolivia, Sergio Lora, mengatakan dua dari enam anggota kru pesawat belum ditemukan hingga akhir Jumat.

Bersama Associated Press dan Agence France-Presse



Sumber

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →