
Seorang anak yang diduga disiksa dan dipaksa untuk minum air mendidih oleh ibu tirinya menyebut namanya sesaat sebelum dia meninggal, sambil berbisik ‘Ibu’ ketika ditanya siapa yang harus disalahkan.
Pertukaran yang tragis itu terekam kamera saat anak berusia 12 tahun itu terbaring di ranjang rumah sakit dengan cedera yang parah.
Nizam Syafei telah dilarikan ke rumah sakit pada dini hari 19 Februari di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, setelah mengalami luka bakar internal yang parah.
Dokter menemukan bahwa kerongkongannya telah terkena air mendidih dan dia meninggal beberapa jam kemudian.
Tubuhnya juga dipenuhi luka-luka yang konsisten dengan kekerasan fisik, menurut media Indonesia.
Sebuah video yang dibagikan secara online menunjukkan Nizam terbaring di ranjang rumah sakit tidak lama sebelum kematiannya.
Ketika ditanya siapa yang telah menyiksanya, dia menjawab: ‘Ibu.’
Ayah anak itu, Anwar Satibi, 38, mengatakan putranya sebelumnya adalah korban kekerasan dalam rumah tangga pada tahun 2025 di tangan wanita itu.


Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia sebelumnya telah mengajukan laporan polisi terhadap istrinya karena dugaan kekerasan yang lebih awal, tetapi kasus tersebut kemudian dimediasi setelah dia meminta maaf dan berjanji untuk mengubah sikapnya.
Anwar mengatakan laporan itu tidak pernah secara resmi dicabut.
Dia menuduh bahwa Nizam dipukul setiap kali dia berdebat dengan anak-anak angkat ibu tirinya, sementara dua anak lainnya tidak dihukum.
Pada malam sebelum kematian putranya, Anwar mengatakan dia sedang bekerja ketika istrinya menelepon untuk memberi tahu bahwa anak tersebut mengalami demam tinggi.
Ketika dia kembali ke rumah, dia terkejut menemukan Nizam dipenuhi bengkak dan luka bakar, meskipun sebelumnya dalam keadaan baik saat dia pergi pagi itu.
Menurut Anwar, istrinya mengklaim bahwa bengkak muncul secara alami setiap kali anak tersebut demam.
Nizam dibawa ke rumah sakit pada dini hari 19 Februari, di mana dokter menentukan bahwa pola dan keparahan luka bakar menunjukkan adanya kekerasan.
Sebuah autopsi sekarang sedang dilakukan untuk menetapkan penyebab kematian yang tepat.
Kepala unit investigasi kriminal Polres Sukabumi AKP Hartono mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung sementara petugas menunggu hasil forensik.
