Finalis Piala Dunia mengatakan dia enggan untuk bersalam dengan Trump jika timnya menang

Finalis Piala Dunia mengatakan dia enggan untuk bersalam dengan Trump jika timnya menang

Borja Iglesias, seorang penyerang di tim Spanyol Piala Dunia, mengatakan bahwa dia enggan untuk menjabat tangan Presiden Trump jika timnya menang kejuaraan sepak bola pada hari Minggu.

Pernyataan Iglesias datang menjelang pertandingan final Piala Dunia timnya melawan Argentina pada Minggu sore. Presiden diharapkan hadir di acara tersebut, memberikan trofi dan menjabat tangan dengan tim yang menang.

Dalam sebuah wawancara dengan All Out Soccer yang dipublikasikan pada hari Minggu, Iglesias menegaskan bahwa dia bukan penggemar presiden.

“Saya tidak ingin masuk penjara,” katanya tentang menjabat tangan Tuan Trump. “Saya berharap dapat menyapanya pada saat kita semua sangat bahagia dan itu berlalu sangat cepat dan saya bisa melupakan itu.”

“Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk menciptakan kontroversi. Orang-orang sudah tahu dengan baik apa yang saya pikirkan. Saya ingin melakukan banyak hal, tetapi kenyataannya adalah meskipun orang-orang berpikir saya sangat berkuasa, saya tidak memiliki kekuatan sebanyak itu untuk menangani hal-hal tertentu,” katanya.

Iglesias sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk para pengunjuk rasa pro-Palestina dan telah menuduh Israel melakukan “genosida” terhadap Gaza. Dia mengatakan dalam wawancara pada hari Minggu bahwa Tuan Trump sulit berurusan dengan orang-orang yang berjuang “untuk kemajuan dan nilai-nilai dasar.” 

Topik Cerita



Sumber

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →