
Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah turun drastis dari lebih dari 2 juta menjadi 12.994.
“Jumlah warga yang mengungsi telah menurun dari lebih dari 2 juta menjadi sekitar 12.994 orang yang masih tinggal di tenda,” katanya dalam rapat koordinasi di Jakarta pada hari Rabu.
Di Aceh, di mana jumlah warga yang mengungsi sebelumnya mencapai 1,4 juta, 12.144 orang masih berada di tenda evakuasi.
Di Sumatra Utara, dari 53.523 warga yang awalnya mengungsi, 850 masih berada di tempat penampungan sementara. Semua dari mereka tinggal di satu lokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di Sumatra Barat, tidak ada warga yang mengungsi yang tersisa, dibandingkan dengan 16.164 orang yang tercatat sebelumnya.
Karnavian, yang juga menjabat sebagai ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, mengatakan warga yang terkena dampak secara bertahap telah kembali ke rumah setelah menerima bantuan stimulan untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Orang lain yang rumahnya mengalami kerusakan parah atau hancur telah pindah ke tempat tinggal sementara.
“Mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang tinggal di tempat tinggal sementara dan menerima tunjangan perumahan transisi,” katanya.
Menteri menekankan bahwa pemerintah sedang mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memastikan semua warga yang terkena dampak dapat kembali ke perumahan yang layak dan layanan dasar sepenuhnya pulih.
Ketiga provinsi di Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat) dilanda banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras pada akhir November 2025.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 18 Februari bencana tersebut telah merenggut 1.206 nyawa dan merusak lebih dari 300.000 rumah.
Berita terkait: Perlu solusi untuk 29 desa yang hilang dalam banjir Sumatra: Menteri
Berita terkait: Kementerian membutuhkan US$31 juta untuk memulihkan unit kesehatan yang terkena bencana
Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak cipta © ANTARA 2026
