
Jakarta (ANTARA) – Militer Indonesia pada Sabtu malam memulangkan jenazah tiga penjaga perdamaian yang terbunuh di Lebanon, mengirim mereka ke kota asal untuk pemakaman setelah upacara di Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan militer, setelah itu peti mati Mayor (almarhum) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala (almarhum) Muhammad Nur Ichwan, dan Korporal Dua (almarhum) Farizal Rhomadhon dimuat ke dua pesawat terbang.
Sebuah pesawat C-130J Super Hercules mengangkut Ichwan dan Rhomadhon ke Provinsi Yogyakarta, di mana jenazah mereka akan diserahkan kepada keluarga di Magelang, Jawa Tengah, dan Kulon Progo, Yogyakarta, masing-masing.
Sementara itu, peti mati Iskandar diterbangkan dengan pesawat CN-295 ke Bandung sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Cimahi, Jawa Barat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghormatan terakhir saat para prajurit disemayamkan di gedung VIP bandara.
Prabowo menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada anggota keluarga, termasuk orangtua, pasangan, dan anak-anak, selama upacara.
Yudhoyono, sementara itu, mengenakan beret biru langit yang diasosiasikan dengan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengingat perannya di misi di Bosnia dan Herzegovina pada 1990-an.
Keluarga para prajurit yang gugur mengatakan mereka telah bersiap untuk menerima jenazah saat tiba.
Berita terkait: Presiden Prabowo memberi penghormatan kepada tiga prajurit TNI yang gugur
Seorang perwakilan keluarga Iskandar, Risman Efendi, mengatakan sebelumnya bahwa sebuah ruangan khusus telah disiapkan di Cimahi, dengan persiapan dimulai pada pagi hari.
Ketiga penjaga perdamaian tersebut tewas dalam dua insiden terpisah di selatan Lebanon pada akhir Maret.
Serangan tersebut dipicu oleh tembakan artileri Israel yang mengenai posisi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).
Indonesia telah mengutuk insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Indonesia tetap menjadi salah satu kontributor terbesar untuk misi penjaga perdamaian PBB di seluruh dunia.
Berita terkait: PBB diminta menyelidiki pembunuhan tiga penjaga perdamaian Indonesia oleh Israel
Penerjemah: Genta/Fauzan, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak cipta © ANTARA 2026
