WHO meminta dukungan segera untuk sistem kesehatan di negara-negara yang terkena dampak konflik di Timur Tengah

WHO meminta dukungan segera untuk sistem kesehatan di negara-negara yang terkena dampak konflik di Timur Tengah

Bantuan yang diminta, berlaku dari Maret hingga Agustus 2026, bertujuan untuk menjaga layanan kesehatan vital dan perawatan trauma, memperkuat pemantauan penyakit dan sistem peringatan dini, serta meningkatkan manajemen korban massal, dan juga kesiapan nasional menghadapi keadaan darurat kimia, biologi, radiologi, dan nuklir, jelas Tedros.Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.Data WHO hingga 31 Maret menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang mengungsi, dengan korban jiwa mencapai lebih dari 3.300 orang dan 30.000 lainnya terluka.

Sumber

Jenewa (ANTARA) – Pada Jumat (3/4), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan melalui media sosial bahwa sistem kesehatan di lima negara di Timur Tengah yang dilanda konflik – Lebanon, Iran, Irak, Suriah, dan Yordania – sangat membutuhkan dukungan segera.

Pewarta: XinhuaEditor: SantosoCopyright © ANTARA 2026


Menurut Tedros, sistem kesehatan di wilayah tersebut berada di bawah tekanan luar biasa akibat kekerasan yang meningkat selama beberapa pekan terakhir. WHO telah meminta bantuan dana darurat sebesar 30,3 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.002) untuk mendukung upaya kesehatan terkait konflik yang memburuk di Timur Tengah, dengan penekanan pada kelima negara tersebut, tambahnya.

Tagged

About Dewi Anggraini

Dewi Anggraini meliput isu ekonomi dan bisnis, menghadirkan informasi seputar pasar, keuangan, investasi, serta perkembangan dunia usaha secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami.

View all posts by Dewi Anggraini →