Menteri menekankan museum sebagai alat pendidikan sejarah bagi pemuda

Menteri menekankan museum sebagai alat pendidikan sejarah bagi pemuda

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat mengunjungi Museum Perjuangan Yogyakarta, menekankan perlunya penguatan museum sebagai alat pendidikan, terutama bagi generasi muda.

“Di museum ini, kita bisa menyaksikan perjalanan bangsa, dari kelahiran Budi Utomo hingga Proklamasi Kemerdekaan dan pembelaan Republik Indonesia, yang kini disajikan dengan cara yang imersif dan lebih mudah dipahami,” kata Zon dalam sebuah pernyataan yang diterima di sini pada hari Minggu.

Ia menunjukkan bahwa Yogyakarta memainkan peran penting dalam sejarah nasional, termasuk ketika menjadi ibu kota Indonesia pada tahun 1946 dan selama agresi militer Belanda.

Selain itu, koleksi museum, seperti artefak, diorama, dan relief karya Edhi Sunarso, merupakan daya tarik kunci dalam menciptakan pengalaman belajar sejarah yang lebih hidup.

Menteri Zon juga menjelaskan bahwa presentasi museum yang lebih kontekstual dan komunikatif memungkinkan museum ini menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.

“Anak muda perlu melihat secara langsung bagaimana sejarah perjuangan bangsa disajikan di sini, karena hal itu lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Museum Perjuangan Yogyakarta diinisiasi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1958 untuk memperingati ulang tahun ke-50 Kebangkitan Nasional.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1959 dan selesai pada tahun 1961, dengan bangunan utama berbentuk lingkaran dan dihiasi dengan 40 relief yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa.

Saat ini, museum dikelola oleh Kementerian Kebudayaan, dengan pembaruan kuratorial yang terus berlangsung.

Menteri Zon menyatakan harapan bahwa museum ini akan terus berkembang sebagai ruang publik yang aktif, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan refleksi sejarah yang relevan bagi masyarakat.

Berita Terkait: Menteri dorong digitalisasi museum untuk menarik generasi muda

Berita Terkait: Indonesia revitalisasi 152 situs warisan budaya, museum di 2025

Berita Terkait: Pemerintah akan revitalisasi Museum Situs Pasir Angin untuk menarik pengunjung muda

Penerjemah: Adimas, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026



Sumber

About Aditya Pranawa

Aditya Pranawa berfokus pada pemberitaan politik dan isu nasional, mencakup kebijakan pemerintah, dinamika politik, parlemen, serta peristiwa penting yang berdampak pada masyarakat luas.

View all posts by Aditya Pranawa →