Khofifah, Gubernur, menandatangani PKS PSEL dengan tujuh pemimpin daerah

Khofifah, Gubernur, menandatangani PKS PSEL dengan tujuh pemimpin daerah

“Kerja sama ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi bagian dari upaya besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari masalah menjadi peluang. Diharapkan dapat mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan di Jatim,” kata Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Jatim, Minggu.Baca juga: Khofifah minta kepala daerah siapkan strategi hadapi dinamika globalSurabaya, Jatim (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan kerja sama (PKS) terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan tujuh bupati/wali kota di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan bahwa capaian pengelolaan sampah Jawa Timur tertinggi secara nasional, yaitu 52,7 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.Khofifah menekankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan efektif melalui koordinasi, pemantauan, evaluasi, serta fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah secara akuntabel dan transparan.Dia juga menekankan pentingnya sinergi dan keseimbangan antara usaha lahir dan batin dalam mendukung keberhasilan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Timur.Pewarta: Willi IrawanEditor: Kelik DewantoCopyright © ANTARA 2026″Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini yang tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru mencapai 24,95 persen. Artinya, apa yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional. Ini adalah prestasi yang sangat luar biasa,” ujarnya.Penandatanganan yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Sabtu (28/3/2026) malam itu disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber

Di kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, terdiri dari Kota Surabaya 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Sidoarjo 150 ton, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari.Dia juga menyoroti penanganan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di Jawa Timur yang lebih baik dibandingkan nasional, serta mendorong daerah lain menjadikan provinsi tersebut sebagai acuan dalam pengelolaan sampah di Indonesia.Di Malang Raya, total pasokan mencapai 1.138,9 ton per hari, berasal dari Kabupaten Malang 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu 38,09 ton per hari, dengan lokasi pembangunan di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.Baca juga: Khofifah dorong penguatan koperasi untuk perkuat ekonomi kerakyatanKhofifah menjelaskan bahwa kerja sama lintas daerah menjadi kunci penerapan PSEL sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mengharuskan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.Baca juga: Pemprov-BNPB siapkan langkah antisipasi kekeringan di Jatim


Lokasi pembangunan direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

About Dewi Anggraini

Dewi Anggraini meliput isu ekonomi dan bisnis, menghadirkan informasi seputar pasar, keuangan, investasi, serta perkembangan dunia usaha secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami.

View all posts by Dewi Anggraini →