
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai memantau pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3), menyatakan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen selama arus mudik Lebaran 2026.
Pewarta: Sri Dewi LarasatiEditor: Maria Rosari Dwi PutriCopyright © ANTARA 2026
“Jumlah korban meninggal tahun ini tercatat sebanyak 228 hingga tadi malam Selasa (24/3), sedangkan tahun lalu mencapai 318 orang,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin ketika meninjau arus balik Lebaran di Jasa Marga Tol Road Command Center, Jatiasih Bekasi, Rabu.
Baca juga: Tekan fatalitas kecelakaan, Jarak Aman dorong regulasi & budaya tertib
Jakarta (ANTARA) – Jasa Raharja melaporkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa selama masa siaga angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 28 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2025.
Baca juga: Kapolri ungkap angka kecelakaan dan fatalitas mudik lebaran 2026 turun
Baca juga: Kemenhub: Penggunaan sabuk pengaman bisa kurangi fatalitas kecelakaan
Menurut data kecelakaan lalu lintas selama periode siaga angkutan Lebaran 2026, lanjut Awaluddin, banyak kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian terjadi pada pengguna sepeda motor, dengan penyebab utama adalah kelelahan pengemudi.
Selain itu, angka fatalitas atau korban jiwa juga mengalami penurunan sebesar 24,61 persen dibandingkan dengan Operasi Ketupat 2025.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus memonitor keselamatan dan kelancaran selama masa siaga angkutan Lebaran hingga selesai, dengan harapan semua perjalanan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan seluruhnya kembali dengan selamat.
Terkait korban jiwa, Jasa Raharja hingga Selasa (24/3) telah menyalurkan santunan kepada 224 keluarga korban dan ahli waris dari 228 korban meninggal yang tercatat, dengan total santunan mencapai Rp11,2 miliar.
Baca juga: Kakorlantas sebut tingkat fatalitas di Jabar turun 91 persen
Baca juga: Kemenhub optimalkan “Motis” Lebaran 2026 tekan risiko kecelakaan motor
“Faktor utama dari kejadian ini adalah fatigue driving atau kelelahan pengemudi, jarak tempuh yang mencapai lebih dari enam hingga tujuh jam, serta kondisi kendaraan bermotor,” jelasnya.
Sumber
Awaluddin menekankan bahwa Jasa Raharja terus berkomitmen untuk menekan angka fatalitas di jalan raya.
