
Jakarta (ANTARA) – Pelaksanaan Ramadan dan perayaan Idul Fitri di Indonesia terkait erat dengan tradisi mudik tahunan, ketika jutaan orang melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman untuk reuni keluarga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk memperbaiki pengalaman mudik. Pada tahun 2026, fokus telah bergeser ke perjalanan yang berpusat pada keluarga, dengan perhatian lebih pada kenyamanan dan keamanan anak-anak.
Pendekatan ini terlihat di terminal bus dan stasiun kereta api, di mana fasilitas sedang disesuaikan untuk lebih melayani para pelancong muda. Beberapa kementerian secara aktif terlibat dalam memastikan infrastruktur mendukung baik mobilitas maupun kesejahteraan.
Menteri Tenaga Kerja Yassierli baru-baru ini meninjau Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang di Jakarta Timur untuk menilai kesiapan menghadapi periode perjalanan puncak.
Ia menekankan pentingnya fasilitas yang memadai dan manajemen kerumunan yang efektif untuk mencegah kepadatan yang dapat memengaruhi kenyamanan penumpang, terutama untuk anak-anak.
Berita terkait: Mendukung mudik Idul Fitri yang aman dan nyaman
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengambil pendekatan serupa selama kunjungannya ke Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur, di mana ia tidak hanya meninjau fasilitas tetapi juga mendesak orang tua untuk memprioritaskan kesejahteraan anak-anak selama perjalanan.
Ia menggambarkan mudik sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan keluarga dan mendorong orang tua untuk lebih hadir dan perhatian terhadap anak-anak mereka.
Fauzi juga menekankan pentingnya membatasi paparan anak-anak terhadap gadget dan media sosial selama perjalanan, menyarankan agar orang tua mengajak mereka dalam percakapan dan aktivitas sederhana untuk menciptakan pengalaman yang lebih berarti.
Selama kunjungan ke Stasiun Kereta Gambir di Jakarta Pusat, ia memastikan ketersediaan fasilitas ramah keluarga yang dirancang untuk mengakomodasi wanita dan anak-anak, mencatat bahwa antrean panjang dan waktu tunggu memerlukan ruang yang nyaman bagi penumpang muda.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meluncurkan program untuk mempromosikan membaca dengan membagikan ribuan buku anak kepada para pelancong.
Ia mengatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak tetap terlibat dalam belajar selama perjalanan sambil menawarkan alternatif untuk hiburan digital.
Berita terkait: Kementerian membagikan 24.000 buku anak untuk mudik Idul Fitri
Pemerintah melihat buku sebagai cara yang efektif untuk merangsang imajinasi dan mendorong rasa ingin tahu, sambil membantu anak-anak menghabiskan waktu perjalanan dengan lebih produktif.
Secara keseluruhan, upaya ini mencerminkan pergeseran kebijakan yang lebih luas yang memandang musim mudik tidak hanya sebagai perjalanan massal tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, terutama bagi anak-anak.
Pejabat mengatakan bahwa koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah dan operator transportasi adalah kunci untuk memastikan implementasi yang efektif dari langkah-langkah ini.
Orang tua juga diharapkan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak mereka selama perjalanan, dengan pihak berwenang mendorong lebih banyak interaksi langsung daripada ketergantungan pada perangkat digital.
Di luar tradisi pergerakan massal, mudik telah menjadi momen bagi orang Indonesia untuk memperkuat ikatan keluarga, menawarkan anak-anak pengalaman perjalanan yang berarti dan kesempatan bagi orang tua untuk terhubung kembali.
Pemerintah mengatakan tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa musim mudik memenuhi kebutuhan anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Dengan fasilitas yang lebih baik, program yang tepat sasaran, dan kesadaran orang tua yang lebih besar, mudik diharapkan menjadi pengalaman yang lebih bermakna dan berorientasi pada keluarga.
Berita terkait: Bandara Soekarno-Hatta melayani 1,2 juta penumpang hingga D-2 Idul Fitri
Berita terkait: Indonesia memastikan pasokan bahan bakar untuk Idul Fitri, stok aman selama 28 hari
Penerjemah: Sean Filo, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026
