
Jakarta (ANTARA) – Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dipandang sebagai wujud keharmonisan kepemimpinan nasional, menurut pengamat politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan.”Terlebih lagi, Prabowo dan Ibu Mega adalah representasi dari dua kekuatan politik utama, yaitu Gerindra dan PDIP. Secara politik, publik dapat melihat bahwa tidak ada konflik atau perselisihan antara Prabowo dan Megawati,” jelasnya.”Kita menyaksikan simbol bahwa para pemimpin negeri ini sangat harmonis, walaupun memiliki pandangan politik yang berbeda,” kata Iwan dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat.Pertemuan ini, lanjutnya, juga menepis spekulasi publik mengenai hubungan Prabowo dan Megawati yang dikabarkan retak, mengingat ketidakhadiran Megawati dalam pertemuan tokoh nasional di Istana Kepresidenan pada acara Silaturahmi dan Diskusi Kebangsaan pada Selasa (3/3) malam.”Pemandangan yang diperlihatkan oleh dua tokoh besar ini memberikan suasana sejuk dan menumbuhkan optimisme untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.Dalam situasi politik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Iwan menekankan pentingnya kerjasama dari semua elemen bangsa.”Saya kira pembicaraan mereka mencakup situasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia terkait konflik Iran vs Israel-Amerika dan mungkin juga dinamika politik nasional,” tambah Iwan.
Sumber
“Spekulasi bahwa hubungan Prabowo-Megawati retak terbantahkan hari ini. Mereka justru terlihat akrab,” tuturnya.Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad RizkiEditor: Hisar SitanggangCopyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ia menyatakan, kesan hangat dalam pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP ini menyebarkan semangat optimisme bagi masa depan Indonesia, serta menekankan pentingnya persatuan di kalangan elite politik demi kemajuan bangsa.
