
Museum Yahudi Sydney di Australia dibuka tiga dekade yang lalu untuk memperingati para korban Holocaust. Koleksinya memiliki barang-barang seperti celana bergaris dari kamp konsentrasi, dokumen identitas yang memudar, dan gitar yang sudah usang dengan Bintang David yang digambar di bodinya.
Sekarang museum ini menambahkan benda-benda yang lebih baru: papan penyelamat selancar yang digunakan sebagai tandu, pelindung kulit bertema Natal yang dikenakan oleh penjaga pantai, bagian dari kaca belakang mobil, serta ratusan mainan plush dan ribuan bunga kering yang ditinggalkan di sebuah memorial di tepi pantai.
Mereka adalah pengingat dari sebuah atrocity yang terjadi kurang dari tiga bulan yang lalu. Tepat di sebelah timur museum, di Pantai Bondi, dua orang bersenjata menargetkan orang-orang Yahudi dan membunuh 15 orang. Puluhan lainnya terluka dalam apa yang merupakan salah satu penembakan massal paling mematikan di negara ini.
“Museum adalah tempat sejarah dan ini belum sejarah,” kata Shannon Biederman, kurator senior museum. “Ketika sesuatu seperti ini terjadi, ada kenyamanan yang bisa ditemukan dalam mengetahui bahwa cerita-cerita ini akan dilestarikan.”
Terima kasih atas kesabaran Anda sementara kami memverifikasi akses. Jika Anda dalam mode Pembaca silakan keluar dan masuk ke akun Times Anda, atau berlangganan untuk semua The Times.
Terima kasih atas kesabaran Anda sementara kami memverifikasi akses.
Sudah berlangganan? Masuk.
Ingin semua The Times? Berlangganan.
