Setidaknya 66 tewas setelah pesawat militer jatuh di Kolombia

Setidaknya 66 tewas setelah pesawat militer jatuh di Kolombia

Setidaknya 66 orang telah tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Kolombia, kata kepala angkatan bersenjata negara itu.

Ada 125 orang di dalam pesawat, banyak di antaranya adalah prajurit, menurut laporan awal.

Komandan Angkatan Udara Kolombia, Fernando Silva, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di media sosial bahwa pesawat Lockheed Martin Hercules C-130 itu membawa 114 penumpang dan 11 awak.

Penyebabnya masih diselidiki, tetapi menteri pertahanan Pedro Anulfo Sanchez menggambarkannya sebagai “kecelakaan yang tragis”.

Ia menambahkan: “Saya mengungkapkan bela sungkawa yang terdalam kepada keluarga yang terkena dampak dan, demi menghormati kesedihan mereka, saya mendesak semua orang untuk menghindari spekulasi sampai informasi resmi tersedia.

“Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi negara.”

Presiden Gustavo Petro juga berkomentar, mengkritik mereka yang menghalangi rencananya untuk memodernisasi militer.

Kolombia mulai membeli pesawat C-130 sejak tahun 1960-an.

Mr Petro mengatakan dalam sebuah posting di X: “Saya tidak akan memberikan penundaan lebih lanjut; itu adalah ‌nyawa pemuda kita yang dipertaruhkan.

“Jika pejabat administrasi sipil atau militer tidak mampu menghadapi tantangan ini, mereka harus dicopot.”

Gambar:
Beberapa dari mereka yang terluka dalam kecelakaan dibawa ke rumah sakit dengan pesawat militer yang berbeda. Pic: AP

Pesawat itu lepas landas dari bandara yang terletak jauh di wilayah selatan Kolombia Amazon, di perbatasan dengan Peru.

Kecelakaan terjadi hanya dua mil dari pusat kota yang sibuk, klaim media lokal BluRadio.

Rekaman yang diduga menunjukkan kecelakaan memperlihatkan pesawat militer yang lepas landas di atas hutan hujan yang lebat sebelum perlahan turun kembali ke tanah.

Klipa lain menunjukkan penduduk setempat mengangkut prajurit yang terluka ke tempat aman di belakang sepeda motor mereka.

Lockheed Martin C-130 Hercules digunakan oleh militer di seluruh dunia.

Mereka pertama kali diluncurkan pada tahun 1950-an dan Kolombia memperoleh model pertamanya ⁠pada akhir 1960-an.

Bulan lalu, C-130 lain milik Angkatan Udara Bolivia jatuh di kota Alto, menewaskan 20 orang dan melukai 30 lainnya.

Uang kertas dari kargo pesawat berserakan di sekitar kota – memicu bentrokan antara penduduk dan pasukan keamanan.

Ini juga merupakan kecelakaan pesawat kedua yang menjadi berita utama di Kolombia tahun ini – pada bulan Januari sebuah pesawat penumpang kecil jatuh di utara negara itu.

Semua 15 orang di dalamnya, termasuk seorang anggota kongres, tewas.



Sumber

About Fajar Wicaksono

Fajar Wicaksono menulis berita internasional dan politik global, meliputi konflik dunia, hubungan diplomatik, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi kawasan dan dunia.

View all posts by Fajar Wicaksono →